Asumsi dari teori dependency ini adalah dominasi perekonomian dunia oleh negara-negara pusat (core) dan rekayasa eksploitasi yang dilakukan oleh mereka yang padaakhirnya justru menjadikan negara-negara pinggiran ini semakin tergantung kepada negara pusat. Teori memberikan peringatan bahwa interaksi antara negara maju dan miskin pada satusisi menguntungkan tetapi disisi lain ternyata juga membawa efek ketergantungan yang padamasa-masa sebelumnya belum pernah terfikir.Teori ini juga menjelaskan kemampuan suatu perekonomian yangterbelakang (underdeveloped) sangat susah untuk mencapai perekonomian yang modern.Menurut teori ini keadaan tersebut disebabkan karena adanya perangkapketergantungan dan dominasi dari perekonomian yang telah maju. Masyarakat yang berdiam diwilayah perekonomian yang underdeveloped telah kehilangan kemandiriannya dan menjadikawasan pinggiran dari wilayah-wilayah yang telah maju perekonomiannya.
Ketergantungan colonial ; capital financial dan perdagangan dibawah otoritas negarapenjajahdan terdapat monopoli dalam perdagangan untuk kepentingan negara colonial
Ketergantungan financial industry : adanya hegemoni capital oleh negara kuat kepada negara berkembang, akibat nya ekonomi domistik tergantung pada eksportKetergantungan teknologi industry : kehadiran multinasional corporation,
adanya monopoliteknologi oleh negara maju menyebabkan negara berkembang harus membayar sewa hak paten.Hal-hal tersebut diatas dimana adanya surplus ekonomi dari negara berkembang kepadanegara maju mengakibatkan negara maju semakin meningkat perekonomiannya karenamendapat dukungan dari negara-negara berkembang sebagai penyumbang. Meski demikianSantos beranggapan masih ada kemungkinan negara pinggiran ini ikut berkembang bersamadengan negara pusat.Pola hubungan antara negara pemberi akibat dan penerima akibat biasa dikenal denganistilah :
Core vs Peryphery
Metropolitan vs Satelite
Developed countries vs backward countries
Developed countries vs underdeveloped countries
Mengenai utang luar negeri, Teori ketergantungan (dependensia) menyatakan bahwa bantuan luar negeri digunakan oleh negara kaya untuk mempengaruhi hubungan domestik danluar negeri negara penerima bantuan, merangkul elit politik lokal di negara penerima bantuanuntuk tujuan komersil dan keamanan nasional. Kemudian, melalui jaringan internasional,keuangan internasional dan struktur produksi, bantuan luar negeri ditujukan untukmengeksploitasi sumber daya alam negara penerima bantuan. Sehingga para penganut teoridependensia, menganggap bahwa bantuan luar negeri dapat digunakan sebagai sebuah instrumenuntuk perlindungan dan ekspansi negara kaya ke negara miskin, sebuah sistem untukmengekalkan ketergantungan.Dari perspektif negara donor setidaknya ada dua hal penting yang dianggap memotivasidan melandasi bantuan luar negeri ke negara-negara debitor. Kedua hal tersebut adalah motivasi politik (political motivation) dan motivasi ekonomi (economi motivation), dimana keduanyamempunyai keterkaitan yang sangat erat yang satu dengan yang lainnya (Basri, 2003 : 101).Motivasi pertama inilah yang kemudian menjadi acuan bagi AS untuk menguncurkan dana bantuan dalam merekonstruksi kembali perekonomian Eropa Barat setelah hancur saat PD II, dan program ini dikenal dengan nama Marshall Plan (Todaro,1985 : 89).